Miris, SMPN 1 Sorek Satu Kutip Biaya Perpisahan 380 Ribu Untuk Perpisahan Tetapi Masih Kelaparan dan Kehausan

Foto: Istimewa

Pelalawan – Acara pesta perpisahan SMPN I Sorek Satu Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan, sketsa kritikan dan mengecewakan para wali murid yang hadir di sana. Pasalnya meski sudah dipungut sumbangan semua, namun pada saat kegiatan mereka justru tak mendapat snack atau mengganjal perut layaknya di acara sejenis lainnya.

Bacaan Lainnya

Mereka mengeluhkan hal itu, dan menyampaikan pada awak media usai menghadiri pesta pelepasan siswa kelas IX tahun Ajaran 2023/2024, yang digelar di Lingkungan sekolah SMP negeri satu Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rabu (12/6) yang lalu.

“Kami kecewa dengan panitia pelepasan pelajar kelas IX SMP Negeri I Sorek Satu pada hari Rabu kemaren. Karena kami tidak dikasih makan oleh panitia. Padahal kami sudah diharuskan mengeluarkan uang Rp380 ribu, sokongan untuk perpisahan,” celetuk MD, salah satu orang tua murid yang minta namanya diinisialkan.

Apalagi menurutnya, selain siswa kelas IX, SMPN I Sorek Satu melalui Komite Sekolah juga memungut dana dari siswa untuk sumbangan bangunan mushola. “Bayangkan. Ada banyak siswanya lebih kurang 250 siswa, masa’ beli nasi rames saja tidak cukup!” sesalnya.

Padahal, lanjut MD, harga snack atau nasi kotak paling mahal berkisar Rp15 ribu atau 20 ribu per porsinya. “Saat kami menghadiri rapat komite ditentukan membayar Rp380 ribu. Kami menganggap dengan uang itu ada konsumsi makan dan minum anak kami dan wali murid. Namun nyatanya tidak ada, malah kami sampai naik asam lambung karena lapar,” jelas warga yang bermukim di Sorek Satui itu.

Selain ungkapan kekesalan MD, ada juga ungkapan yang disampaikan oleh orang tua pelajar yang lain ke awak media. Senada, mereka meminta kalangan pewarta mengungkap hal ini pada publik.

“Abang ini wartawan kan, Kalau abang wartawan tolong abang selidiki guru atau Kepala Sekolah SMP Negeri Satu itu,Kami orang tua murid kecewa karena perpisahan kelas 9 kemaren itu,seharusnya kepala sekolah punya kebijakan untuk hal ini,kalau acaranya sampai siang minimal dikasih snack atau apa kek, “Ucapnya dan memohon agar identitasnya dirahasiakan.

Terpisah, Kepala SMPN I Sorek Satu; Eko Payasto,M.Pd, membenarkan adanya sumbangan Rp380 ribu setiap siswa kelas IX, namun ia berkilah bahwa hal itu merupakan hasil rapat komite sekolah.

“Memang sumbangan Rp380 ribu, tapi itu kan berdasarkan rapat komite dan sudah disepakati oleh wali murid dan Ketua Komite,” singkatnya, melalui By Phone +62 813-6532-5xxx, Senin (17/6) pada awak media.

Sedangkan saat ditanya terkait banyak peserta/wali murid yang kelaparan, Kepsek Eko itu mengatakan bahwa sesuai rencana sebelumnya, memang tidak ada anggaran makan siang, tapi lebih bagusnya Pak wartawan datang langsung ke sekolah, “Pungkasnya.

“Ya, kalau tidak salah tidak ada makan siang, karena sesuai rencana anggarannya,” Ucap Eko mengakhiri.(Redaksi)

Editor/KIN.

Pos terkait